KENDALA-KENDALA DALAM PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN SOSIOLOGI

Sosiologi sebagai mata pelajaran telah diajarkan di SMA sejak tahun 1994. Guru pengampu yang berlatar belakang pendidikan Sosiologi masih sangat terbatas. Hal ini menyebabkan mata pelajaran Sosiologi diampu oleh disiplin Geografi, Sejarah, Kewarganegaraan, Biologi, Ekonomi, Pertanian, dan Bahasa Indonesia. Ketidaksesuaian latar belakang pendidikan ini tentunya akan berimbas pada kemampuan dan kendala bagi guru dalam pembelajaran. Oleh karena itu permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana profil guru Sosiologi di SMA Negeri Kabupaten Wonosobo? (2) Bagaimana kemampuan guru dalam pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri Kabupaten Wonosobo? (3) Kendala-kendala apa yang dihadapi guru dalam pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri Kabupaten Wonosobo? Adapun tujuan penelitian (1) Mengetahui profil guru Sosiologi di SMA Negeri Kabupaten Wonosobo baik status, pendidikan maupun pengalaman dengan tingkat pengetahuan di dalam pengembangan kegiatan pembelajaran Sosiologi, (2) Mengetahui kemampuan guru dalam pembelajaran Sosiologi, (3) Mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran Sosiologi, (4) Mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam merencanakan pembelajaran Sosiologi, (5) Mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran Sosiologi
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di SMA Negeri sekabupaten wonosobo, dengan metode pengumpulan data observasi, wawncara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru-guru pengampu mata pelajaran Sosiologi SMA Negeri kabupaten Wonosobo dengan informan masing-masing kepala sekolah. Data yang diperoleh dianalisis dan menggunakan uji validitas salah satunya dengan cara Trianggulasi. Dalam menganalisis data penelitian ini melalui 3 tahapan yaitu: Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 guru pengampu mata pelajaran Sosiologi di SMA Negeri kabupaten Wonosobo, hanya 2 orang (12,5%) yang berasal dari disiplin ilmu Sosiologi. Adapun yang lainnya berasal dari jurusan Geografi, Pertanian, Ekonomi, Kewarganegaraan, Sejarah, Biologi, dan Bahasa Indonesia. Minimnya guru yang berlatar belakang pendidikan Sosiologi membuat Sosiologi menjadi mata pelajaran yang diampu oleh guru-guru yang jam mengajarnya masih kurang dari kewajiban minimal perminggu. Hal ini menyebabkan guru tersebut terbentur dalam pengembangan pembelajaran Sosiologi. Ada perbedaan antara guru berlatar belakang pendidikan Sosiologi dan non Sosiologi. Di mana guru berlatar belakang Sosiologi bukan berasal dari kependidikan, sehingga merasa kesulitan dalam wacana keguruannya terkait dengan perangkat pembelajaran dan metode pembelajaran. Guru berlatar belakang pendidikan non sosiologi sebagian besar mengalami kendala dalam sumber belajar, media, dan sarana prasarana. Di samping itu guru yang bukan dari disiplin Sosiologi merasa bahwa Sosiologi adalah pelajaran yang mudah bahkan jika dibandingkan dengan mengampu mata pelajaran yang merupakan bidang keilmuannya. Guru justru lebih cenderung fokus pada pelajaran yang diampunya dan merupakan bidang keilmuannya. Hal ini disebabkan sebagian guru tersebut hanya mengandalkan buku paket Sosiologi SMA, sehingga tidak sampai membawa siswa memiliki kompetensi sesuai yang diharapkan.
Simpulan penelitian ini adalah dalam pembelajaran Sosiologi guru mengalami banyak kendala baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Saran bagi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya dengan terus belajar. Baik dari buku, seminar atau pelatihan, maupun dengan guru lain yang lebih berpengalaman. Pihak sekolah mulai membenahi formasi guru Sosiologi, dengan tidak menempatkan guru pengampu Sosiologi yang semata-mata kekurangan jam mengajar. Sekolah secepatnya melengkapi media dan sarana prasarana yang dibutuhkan guna menunjang keberhasilan pembelajaran. Bagi Dinas Pendidikan untuk memfasilitasi keterbatasan guru dari latar belakang pendidikan Sosiologi. Oleh sebab itu diperlukan kerja sama dari berbagai pihak yang berhubungan dengan pembelajaran Sosiologi, yaitu guru Sosiologi, kepala sekolah dan dinas pendidikan. Hal ini dilakukan supaya dapat diciptakan lingkungan pembelajaran Sosiologi yang kondusif dan dapat diperoleh hasil belajar yang optimal.

download secara lengkap disini